Research

Sikap dan Perilaku Sosial-Keagamaan Guru-Guru Agama di Jawa

Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) akhir tahun lalu (2008) mengadakan penelitian tentang "Sikap dan Perilaku Sosial-Keagamaan Guru-Guru Agama di Jawa". Survei dilakukan terhadap 500 guru agama dan 200 siswa/i kelas 3 Sekolah Menengah Umum (SMU) di seluruh Jawa, yang dipilih berdasarkan metode acak sederhana (simple random sampling), dengan margin of error kurang lebih 5%.

Survei ini bertujuan: (1) memperoleh profil sosial-keagamaan yang komprehensif guru-guru agama SMU di Jawa; (2) mendapatkan satu gambaran tentang pendidikan dan dinamika kehidupan keagamaan yang berlangsung di SMU di Jawa; (3) menggali informasi dalam rangka perumusan kebijakan (policy paper) pengembangan guru-guru agama pada sekolah umum di Indonesia.

Sikap kependidikan survei ini dirumuskan ke dalam poin-poin tentang pemikiran dan perilaku guru-guru agama berkaitan dengan tugas mereka di sekolah. Juga termasuk dalam poin ini adalah sikap keagamaan dan pengetahuan siswa menyangkut beberapa masalah keagamaan.

Sementara sikap sosial-keagamaan dirumuskan ke dalam sejumlah poin untuk mengukur tingkat dukungan (dan penolakan) terhadap sejumlah isu penting berikut: islamisme, toleransi, pluralisme, praktik keagamaan siswa di sekolah, dan beberapa poin lain yang terkait dengan itu.

Di antara temuan penting survei ini adalah bahwa guru-guru agama pada SMU di Jawa konservatif, jauh di atas masyarakat Jawa dan Indonesia pada umumnya. Temuan survei mengindikasikan bahwa guru-guru agama pada sekolah menengah umum cenderung memiliki sikap kependidikan yang mendukung agenda dan gagasan Islamisme.

Temuan ini terlihat melalui dukungan terhadap pendidikan agama yang hanya berkonsentrasi pada penguatan sisi keagamaan-tidak diintegrasikan dengan kepentingan membangun negara-bangsa-maupun pada dukungan terhadap praktik-praktik keagamaan di sekolah yang dilandasi semangat Islamisme.