Research

Mapping Accreditation Standards for Selected Schools

Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) pertengahan tahun ini mengadakan penelitian tentang Pemetaan Standar Akreditasi Sekolah, bekerja sama dengan Learning Assistance Program for Islamic Schools (LAPIS).

Survei ini bertujuan, pertama mengembangkan sekolah-sekolah yang pernah mendapat dukungan LAPIS dan menemukan di antaranya yang potensial untuk memperoleh dana inovasi LAPIS setelah Juni 2008, berdasarkan pada kriteria penyaringan tertentu.

Kedua, merumuskan penilaian dasar terhadap sekolah-sekolah kandidat, terutama kemajuannya yang dapat diukur, yang terfokus pada prestasinya atas standar akreditasi nasional; pemenuhan syarat-syarat LAPIS/AusAID; dan prestasinya pada ujian matematika dan bahasa.

Ketiga, mendukung penelitian yang berbasis pada data pemetaan sekolah dan database LAPIS untuk menginformasikan kebijakan dan strategi pembangunan di sektor pendidikan.

Fokus utama penelitian ini adalah pada prestasi akademik, institusi sekolah, sumber daya manusia, manajemen, infrastruktur, dan jaringan. Teknik purposive sampling digunakan dalam pemilihan responden (sekolah) penelitian. Sebanyak 634 sekolah terpilih dari sekitar 964 sekolah di 6 provinsi di bawah program LAPIS (Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Lombok, dan Sulawesi Selatan).

Sejumlah temuan penting dalam survei ini adalah: pertama, profil madrasah, yang meliputi gambaran umum madrasah yang disurvei berdasarkan kriteria-kriteria dasar, jarak dari madrasah ke kota, serta jarak dari madrasah tersebut ke sekolah yang lebih tinggi.

Kedua, prestasi akademik, meliputi skor ujian nasional, nilai rata-rata empat mata pelajaran (matematika, bahasa Indonesia, sains, dan ilmu sosial), nilai bahasa Inggris, dan jumlah lulusan yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ketiga, sumber daya manusia, meliputi tingkat pendidikan guru, masa pengabdian kepala sekolah, dan usia kepala sekolah. Keempat, fasilitas sekolah dan pendapatan ekonomi orang tua, meliputi kondisi fasilitas-fasilitas primer seperti perpustakaan dan laboratorium (bahasa, sains, dan komputer), dan fasilitas-fasilitas sekunder seperti masjid/mushalla, unit kesehatan, student center, dan ruang workshop, serta pendapatan orang tua.

Kelima, manajemen, pemerintahan, dan jaringan. Di antaranya terkait laporan keuangan kepada komite sekolah dan keanggotaan dalam KKG, MGMP, dan KKM.