:: .: Welcome to PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta's Site :. :::: .: Centre for the advancement of academic excellence in research and policy studies, and for publication on Islam and social issues in Indonesia and beyond :. ::

tentang kami

Latar Belakang

Belakangan ini, hubungan antara Islam dan Barat sering dianggap problematis. Sementara komunitas Muslim menganggap Islam sebagai simbol dan ideologi yang mempersatukan mereka, namun bayangan Timur Tengah seringkali memonopoli simbol Islam itu sendiri, baik bagi masyarakat Muslim maupun non-Muslim. Masyarakat Islam Indonesia terperangkap di persim­pangan jalan. Meskipun pada faktanya adalah masyarakat Islam terbesar di dunia, secara geografis dan politis Indonesia masih sering dianggap ping­giran oleh kolega-kolega Muslimnya sendiri, khususnya kalangan Muslim Timur Tengah. Sementara itu, pada saat yang sama, banyak kalangan non-Muslim, khususnya mereka yang berada di Barat menganggap Indonesia sebagai bagian dari komunitas Islam global, sekaligus dengan segala konotasinya. Padahal, banyak masyarakat Islam Indonesia yang bang­ga de­ngan keberislamannya, dan mengakui hubungan yang saling meng­untung­kan di masa yang lalu dengan dunia lainnya, termasuk Barat.

Sikap salah paham terhadap Islam di Indonesia juga merupakan masalah yang pelik dan panjang. Pada masa kolonial, sejumlah sarjana telah mencoba mengkaji Islam di Nusantara. Namun demikian, ketimbang akurat, hasilnya lebih sering mengecewakan. Bagi mereka yang belum pernah berkunjung ke negeri ini, masalahnya kemudian bisa menjadi lebih besar. Karena, mereka biasanya mempergunakan model Islam Timur Tengah untuk mengukur masyarakat Islam di Indonesia. Akibatnya, Islam di Indonesia tidak terje­laskan secara akurat dan kesempatan untuk mengembangkan pemaham­an Islam yang lebih majemuk menjadi tertutup.

Dalam situasi yang tidak begitu menguntungkan ini, sebenarnya Masyarakat Islam di Indonesia bukannya tidak salah sama sekali. Kurangnya informasi mengenai masyarakat Islam Indonesia sebagian adalah karena kurang efektifnya komunikasi mereka dengan dunia luar. Kebanyakan sarjana di negeri ini tidak menerbitkan karya-karyanya dalam bahasa Arab, meskipun bahasa ini adalah bahasa resmi masyarakat Muslim. Pada saat yang sama, setidaknya hingga saat ini, masih sedikit sarjana Indonesia yang menulis tentang Islam dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, doalog antara masyarakat Indonesia dengan kolega-kolega Muslimnya mengalami hambat­an. Sementara itu, masyarakat non-Muslim juga kekurangan informasi me­nge­nai Islam di Indonesia.

Dalam konteks hubungan yang problematis antara negara-negara Islam dan Barat, beberapa sarjana tentang masyarakat Islam sudah mulai melirik Indonesia sebagai model untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Mereka percaya bahwa masyarakat Islam Indonesia bisa menjadi contoh yang baik dari komunitas beragama yang toleran dan terbuka. Mereka juga berpen­dapat bahwa masyarakat Islam Indonesia telah secara berhasil menggabung­kan antara nilai-nilai keagamaan dengan modernitas.

Dihadapkan dengan tantangan dan ketimpangan pengetahuan yang kru­sial seperti ini, Institut Agama Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakar­ta mencoba mengatasi permasalahan ini dengan mendirikan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), yang didirikan pada tanggal 1 April 1995. Lembaga penelitian yang otonom ini mengajak sejumlah sarjana dari berbagai macam disiplin ilmu dan latar belakang untuk mengadakan beberapa kegiatan penelitian, pengkajian, dan penyebaran informasi. Kegiatan-kegiatan seperti ini didesain sedemikian rupa untuk membangun saling pengertian antara masyarakat Muslim dan non-Muslim, antara masyarakat Muslim Indo­nesia dan kolega Muslim, serta mengembangkan komunitas Muslim Indone­sia dalam pengertian yang seluas-luasnya.

Top

Maksud dan Tujuan

Pusat Pengkajian Islam dan masyarakat (PPIM) memiliki dua tujuan utama. Pertama, kami bertujuan untuk menjembatani ketimpangan pengeta huan tentang masyarakat Islam Indonesia, dan mengurangi kesalahpahaman antara masyarakat Muslim Indonesia dan masyarakat lainnya, termasuk masyarakat Muslim di dalam dan luar negeri serta masyarakat non-Muslim. Kedua, PPIM juga bertujuan untuk bekerjasama dengan lembaga dan organisasi, baik formal maupun informal, untuk membangun masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Islam, dengan memfasilitasi penyebaran pengetahuan dan keahlian di dalamnya.

Adapun tujuan khusus Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) adalah untuk:

  1. Mengembangkan penelitian yang berkualitas dan pengkajian Islam dan masyarakat Muslim di Indonesia, termasuk di dalamnya hubungan internal dan eksternal dengan komunitas lainnya.
  2. Menyebarkan hasil-hasil penelitian dan temuan-temuan mutakhir lewat berbagai forum dan penerbitan.
  3. Bekerjasama dengan lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi lain untuk memfasilitasi pengembangan masyarakat Muslim Indonesia yang toleran, terbuka dan damai.

Top